Erabaru.net. Ada pepatah: “Jika Anda adalah orang yang hanya melihat kekurangan orang lain, Anda akan sama seperti tempat sampah. Jika Anda berfokus pada kekuatan orang lain, Anda akan seperti pencari talenta yang mengumpulkan bakat.”

Semua orang paham hal itu, tapi ada banyak pemimpin, manajer bisnis yang tidak bisa berbuat sesuai pepatah itu.

Dalam sejarah, ada banyak cerita tentang orang-orang mulia yang toleran terhadap kesalahan orang lain.

Dan … raja Chu Zhuang Wang adalah salah satu contohnya

Suatu hari dia mengadakan perjamuan untuk menjamu para pejabat tinggi.

Di perjamuan tersebut, angin kencang tiba-tiba bertiup, dan meniup mati semua lilin.

Seorang pejabat memanfaatkan situasi itu untuk menggoda selir raja.

Selir raja dengan cepat menyambar ikat kepala orang tersebut dan segera melaporkannya ke raja Chu Zhuang Wang.

Selir itu ingin menyalakan semua lilin untuk mencari tahu siapa yang menggodanya, dan kemudian menghukum orang tersebut.

Menggoda selir raja adalah hal yang sangat memalukan.

Itu adalah tindakan tidak terhormat dan juga menantang raja

Namun, Zhuang Wang berpikir sejenak dan mengangkat suaranya dengan keras:

“Tunggu sebentar! Hari ini saya ingin bersenang-senang dengan Anda semua, Anda tidak perlu berdandan rapi, mari kita buka ikat kepala dan jatuhkan semua topi untuk bersenang-senang.”

Semua orang merasa heran , tapi mereka tidak berani untuk tidak mematuhi perintah raja, jadi mereka membuka ikat kepala dan menjatuhkan topi mereka masing-masing

Oleh karena itu, orang yang menggoda selir raja tidak bisa diketahui.

2 tahun kemudian, negara Chu sedang berperang dengan negara bagian Jin.

Dalam 5 pertempuran, ada jenderal heroik dalam barisan tentara Chu, yang selalu menjadi pemimpin perang, dan selalu menang.

Karena itu, kerajaan Chu akhirnya keluar sebagai pemenang.

Setelah itu, Chu Zhuang Wang bertanya kepada Jenderal tersebut.

Jenderal itu berkata: “Yang Mulia, saya menghargai bahwa Anda telah memaafkan tindakan saya yang tidak sopan. Saya secara sukarela berjuang sampai mati untuk membalas kebaikan Anda. Saya adalah Tang Jiao, orang yang menggoda selir Anda dalam perjamuan waktu itu.”

Malam itu, jika Chu Zhuang Wang tidak memaafkan kesalahan Tang Jiao, siapa yang akan secara sukarela berjuang sampai mati untuknya?

Cerita ini menunjukkan bahwa ketika berurusan dengan orang lain, seorang pemimpin harus fleksibel, tidak boleh terlalu kaku.

Dalam kehidupan, siapa yang tidak pernah melakukan kesalahan?

Jika kita menggunakan toleransi untuk memperlakukan orang lain, kita akan tahu bagaimana harus berbuat saat orang lain memiliki kekurangan ataupun membuat kesalahan.

Konfusius pernah berkata: “Menguasai sebuah negara besar adalah seperti memasak ikan kecil”. Artinya, penguasa sebuah negara besar adalah seperti orang yang memasak ikan kecil, sebaiknya jangan terlalu sering mengomel. Ikan kecil yang digoreng terlalu lama akan mudah rusak. Oleh karena itu, penguasa harus bisa mentolerir rakyat, maka rakyat akan hidup dan bekerja dengan damai. Sehingga negara bisa berkembang. (eb)

Share
Tags: Categories: Story

Featured Video