Erabaru.net. Presiden termiskin di dunia

Seorang presiden yang sekaligus adalah seorang petani.

Mantan Presiden Uruguay, Jose Mujica tinggal di sebuah rumah kecil, di pinggir kota Motevideo.

Memberikan 90% gajinya kepada para tunawisma dan pengangguran.

Dia menolak untuk tinggal di istana mewah dengan 42 pelayan.

Dia pindah untuk tinggal di peternakan istrinya dimana.

Beberapa baju digantung supaya kering, di luar sebuah rumah dengan perabotan seadanya.

Sebuah sumur yang menjadi sumber air untuk aktivitas sehari-hari, telah ditumbuhi oleh rumput liar.

Hanya dua orang polisi dan seekor anjing penjaga yang menjaga di luar pertanian.

Dia berangkat kerja dengan mengendarai mobil, Volkswagen Beetle 1987.

Tempat tinggal kepresidenan milik Jose Mujica biasanya dibuka untuk umum pada musim dingin, untuk tempat orang-orang miskin dan wisatawan tinggal.

Sebagai tambahan selain menjadi Presiden Uruguay, Tuan Mujica juga bekerja sebagai petani.

Selama menjabat sebagai Presiden, dia hanya menyimpan gaji yang sebanding dengan rata-rata pemasukan rakyat biasa umumnya di Uruguay, sekitar $ 775.

Saya sudah hidup seperti ini hampir sepanjang hidup saya dan saya bisa hidup dengan baik hanya dengan sedikit yang saya miliki.

Saya tidak akan menjadi seperti ini sekarang jika dulu tidak pernah dipenjara.

Presiden Mujica pernah ikut terlibat dalam gerakan kelompok Tupamarous di Uruguay pada tahun 1960an dan 1970an.

Dia tertembak 6 kali dan ditahan 14 kali.

Tahun-tahun itu, mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dirinya.

“Saya telah menemukan sumber kekuatan di dalam diri.

Walaupun saya tidak diperbolehkan untuk membaca buku selama 7-8 tahun itu.”

Dia terlalu terbiasa dengan kehidupan penuh privasi dan ketidaknyamanan

“Saya bukanlah presiden paling miskin di dunia ini”

“Saya disebut ‘presiden termiskin’

Tapi saya tidak merasa miskin.

Yang paling miskin adalah mereka yang membutuhkan banyak hal untuk bisa bertahan hidup

Mereka akan terus bekerja untuk memuaskan kebutuhan pribadinya.”

“Yang paling miskin selalu adalah mereka yang menginginkan lebih banyak uang.”

Jika Anda tidak punya banyak aset, Anda tidak akan perlu bekerja seumur hidup sebagai budak untuk mempertahankan semua milik Anda, dan seringkali mengharapkan gaya hidup mewah.

Jadi Anda akan punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri.

Tidak perduli dimana kita berada, kita selalu punya hak untuk mempertahankan nilai-nilai sesungguhnya dari kehidupan yang kita kejar. Makna sesungguhnya dari kehidupan adalah berasal dari dalam dan bukan dari materi eksternal

Share
Tags: Categories: Story

Featured Video